Nasihat Orang Gila

ImagePernah Baginda Harun Ar-Rasyid pergi ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah haji. Dan kedka rombongan baginda melintasi daerah Kufah, Baginda segera menitahkan agar mereka memasang kemah untuk beristirahat beberapa hari sambil menikmati keindahan alamnya. Setelah puas dan kepenatan perjalanan yang melelahkan itu berangsur hilang, rombongan itu pun segera berangkat kembali untuk menempuh perjalanan yang lebih panjang. Mengetahui kehadiran orang nomor satu di kerajaan tersebut, masyarakat Kufah berbondong-bondong menyaksikan dan menghormati pimpinannya. Mereka berderet di sepanjang jalan mengelu-elukan kehadiran Baginda dengan berbagai sambutan khas orang Arab.

Yang mengherankan, ada seorang yang juga diiringi banyak manusia yang berusia kanak-kanak. Mereka seakan menandingi iring-iringan Baginda, kendati tidak sebanyak rombongan yang dipimpin Baginda. Ternyata anak-anak tersebut membuntuti “orgen” (orang gendeng) dengan berbagai lemparan kerikil dan apa pun yang dijumpai untuk meledek „pimpinan” mereka. Orang tersebut bernama Bahlul, si gila, sehingga terkenal dengan sebutan Bahlul Majnun. Orang gila yang satu ini sangat terkenal di daerah Kufah, sehingga telinga Baginda juga mengenal nama itu. Kebetulan sekali rombongan Baginda bertemu dengan rombongan Bahlul di suatu persimpangan jalan. Segera saja Bahlul berteriak memanggil Amirul Mukminin. Ternyata Baginda menyambut panggilan itu dengan ramah seraya menyingkapkan tutup wajahnya.
“Labbaika, aku sambut panggilanmu wahai Bahlul.”

“Wahai Amirul Mukminin, aku telah mendengar sebuah hadis Aiman bin Nail dari Qudamah bin Abdillah Al-Amiri. Ia mengatakan, “Aku melihat Rasulullah SAW pulang dari melakukan wuquf di Arafah dengan menunggang onta kelabu. Ketika itu beliau ddak pernah menyingkirkan manusia untuk mendapat jalan, ddak juga mengatakan „minggir, minggir …”!”

“Wahai Amirul Mukminin,” kata Bahlul lebih lanjut, “bepergianmu dengan sikap yang ramah dan rendah hati adalah lebih baik daripada dengan sikap congkak dan sombong.”

Mendengar ucapan Bahlul ini, kehalusan perasaan hati Baginda tersentuh, sehingga tidak terasa air matanya bercucuran. Kesempatan hening tersebut malah dipergunakan Baginda untuk mendulang kenikmatan ruhani yang lebih dalam lagi, hingga baginda mengatakan, “Tambahkanlah nasihatmu itu, wahai Bahlul.”

“Aku sanggupi permintaan Baginda,” kata Bahlul lebih lanjut.
“Jika saja seseorang itu diberi kekayaan yang cukup dan memiliki wajah yang tampan, kemudian ia sedekahkan hartanya itu, di samping menjaga ketampanannya agar ddak terjatuh dalam kemaksiatan, sikap yang demikian itu akan ditulis Allah sebagai orang-orang yang penuh kebajikan (abrar) dalam buku catatan amal yang ada di sisi-Nya.”

“Betapa bagus nasihatmu itu, wahai Bahlul.”
Kemudian Baginda memerintahkan agar pengawalnya memberikan santunan pada Bahlul tersebut. Seketika itu pula Bahlul segera mengatakan, “Kembalikanlah harta ini pada orang yang memilikinya. Aku tidak membutuhkan uluran tanganmu, wahai Baginda,” begitu Bahlul menolak dengan sopan.

“Kalau begitu jika kau mempunyai tanggungan hutang yang belum terbayarkan, akan aku lunasi tanggunganmu itu,” tawar Baginda kepada Bahlul.
“Wahai Amirul Mukminin, para ulama telah mengatakan bahwa melunasi hutang dengan hutang (hanya dengan kata-kata dan janji sebelum ditunaikan) itu menurut: mereka ddak sah, tidak pula diperbolehkan,” sahut Bahlul kembali.

“Kalau begitu akan aku beri gaji setiap bulan untuk menopang kehidupanmu agar lebih layak,” sambung Baginda kembali.
Sekedka itu Bahlul mendongakkan kepala menerawang ke langit, kemudian mengatakan, ‘Wahai Amirul Mukminin, engkau dan aku merupakan keluarga Allah. Dengan demikian, akan mustahil jika Dia selalu teringat kepada Baginda, sedangkan saya dilupakan-Nya begitu saja.”

Mendengar kalimat yang semakin tidak kondusif ini, segera saja Baginda menutupkan tirai sekeduk yang bertengger di atas ontanya, kemudian meneruskan perjalanannya.
Selamat tinggal wahai orang gila, namun tampak waras. Dari pada orang waras namun tergila-gila dan gila beneran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s